Profil Komisi
Siapa Kami
Mengenal mandat, pengurus, dan arah pelayanan Komisi Pendidikan KWI.
Komisi Pendidikan KWI
Pengurus Komisi Pendidikan KWI
Komisi Pendidikan KWI hadir sebagai ruang pelayanan, koordinasi, dan kolaborasi bagi karya pendidikan Katolik di Indonesia.
Halaman ini merangkum struktur pengurus, tujuan dan fungsi, misi, serta visi yang menjadi acuan kerja Komdik KWI bersama jejaring pendidikan Katolik nasional.

Ketua
Mgr. Fransiskus Nipa
Uskup Keuskupan Agung Makassar
Sekretaris
RP. Antonius Vico Christiawan, SJ
Staff
- 1.Melissa Irawati
- 2.Ranti Marie Sasabdap
Anggota
- 1.RP. Amandus Ambot, OFM.Cap
- 2.RD. Carolus Patampang
- 3.RD. Charles Agustino Coenrad Javlean
- 4.RD Agustinus K. G. Faran
- 5.RD. Fransiskus Soda Betu
- 6.Sr. Martina Mamus, OSU
- 7.RP. Vinsensius Darmin Mbula, OFM
- 8.RD. Antonius Ary Setyawan
- 9.Bpk. Augustinus Widyaputranto
- 10.RP. TB. Gandhi Hartono, SJ
- 11.Bpk. L Manik Mustikohendro
- 12.Ibu Yohana Ratrin Hestyanti
- 13.Bpk. Martinus Ekonugroho
- 14.Bpk. Henrikus Suparjono
Mandat
Tujuan dan Fungsi
Tujuan dan fungsi Komisi Pendidikan KWI menurut Direktorium KWI 2008, Pasal 63 tentang Komisi Pendidikan.
Tujuan
Membantu Waligereja dalam mendampingi Lembaga Pendidikan Katolik dan Insan Pendidikan Katolik agar tetap setia pada ciri khas ajaran Gereja dan berorientasi pada pencerdasan kehidupan bangsa;
Membantu Waligereja dalam mewujudkan kebijakan KWI dan memberi saran, usul serta pertimbangan dalam penyempurnaan kebijakan di bidang pendidikan;
Membantu Waligereja dalam membina kerjasama dan koordinasi reksa pastoral pendidikan dengan Komisi Pendidikan Keuskupan, IIPKN, MNPK, APTIK dan PAPKI.
Fungsi
Membantu Waligereja dalam karya kerasulan pendidikan pada umumnya, dan karya kerasulan sekolah/perguruan Katolik khususnya untuk mewujudkan misi Gereja;
Melaksanakan fungsi animator pendidikan;
Melaksanakan fungsi inspirator pendidikan berupa Majalah Educare;
Mewakili KWI di bidang pendidikan dalam berhubungan dengan lembaga-lembaga lain, baik pemerintah maupun swasta di tingkat nasional dan internasional;
Bersama dengan komisi-komisi yang berkaitan dengan pendidikan di lingkungan KWI berfungsi sebagai fasilitator pendampingan generasi muda.
Membina kerja sama dan koordinasi reksa pastoral pendidikan bersama jejaring Gereja.
Wajah Bersama
Visi
Wajah pendidikan Katolik yang setia, berpihak, adaptif, dan kolaboratif.
Pendidikan Katolik yang setia terhadap pencerdasan kehidupan bangsa, terhadap ciri khas Katolik, terhadap semangat luhur (spiritualitas) pendiri, berpihak kepada yang miskin, adaptif dan kolaboratif dengan semua yang berkehendak baik.
Setia pada pencerdasan kehidupan bangsa, ciri khas Katolik, dan semangat luhur para pendiri.
Arah Karya
Misi
Arah karya kerasulan pendidikan Katolik yang disusun dalam empat misi utama.
Misi 1
Pendidikan Katolik yang setia terhadap pencerdasan kehidupan bangsa:
Misi 1
Pendidikan Katolik yang setia terhadap pencerdasan kehidupan bangsa:
- 1.Mendorong terwujudnya Sentra Belajar Guru di tingkat nasional dan keuskupan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesejahteraan guru, khususnya untuk menemani anak-anak difabel dan berkebutuhan khusus.
- 2.Mendorong terbentuknya Kurikulum Bersama untuk setiap LPK jenjang PAUD, SD, SMP, SMA/SMK yang holistik, humanis, dan ekologis.
- 3.Berkolaborasi dengan pemerintah, gereja, dan Ordo/Kongregasi/Tarekat untuk mewujudkan Gerakan 1000 Hari Pertama Kehidupan.
Misi 2
Pendidikan Katolik yang setia terhadap ciri khas Katolik dan terhadap semangat luhur (spiritualitas) pendiri:
Misi 2
Pendidikan Katolik yang setia terhadap ciri khas Katolik dan terhadap semangat luhur (spiritualitas) pendiri:
- 1.Menegaskan tujuan dan fungsi Komisi Pendidikan KWI dan Komisi Pendidikan Keuskupan untuk melaksanakan reksa pastoral Konferensi Waligereja Indonesia dan Bapa Uskup di tingkat Keuskupan dan Paroki.
- 2.Meningkatkan peran Ikatan Insan Pendidikan Katolik di tingkat nasional dan keuskupan untuk merawat identitas Kekatolikan insan pendidikan Katolik yang bekerja dan belajar di lembaga non-Katolik.
- 3.Mengoptimalkan website mirifica.net dan mewujudkan media sosial Komisi Pendidikan KWI sebagai sarana media sosial lain untuk berbagi praktik baik kegiatan Lembaga Pendidikan Katolik.
- 4.Mendorong peningkatan peran strategis para pastor paroki dalam menghadirkan para katekis untuk memberikan pelajaran agama Katolik kepada para peserta didik yang belajar di lembaga non-Katolik.
- 5.Mewujudkan program formasi karakter kekatolikan bagi pengurus Yayasan, pimpinan perguruan tinggi, kepala sekolah, dosen/guru, mahasiswa/peserta didik, alumni untuk menciptakan kader pemimpin di berbagai bidang.
- 6.Memperbarui dan menyusun kembali alat ukur identitas dan karakteristik pendidikan Katolik untuk jenjang PAUD, TK, SD, SMP, dan SMA/SMK.
- 7.Pengintegrasian spirit semangat luhur (spiritualitas) pendiri ke dalam seluruh kehidupan komunitas pendidikan.
- 8.Mendorong terwujudnya sumber pendanaan alternatif bagi kesejahteraan dosen, guru, dan tenaga kependidikan.
Misi 3
Pendidikan Katolik yang berpihak kepada yang miskin (marjinal):
Misi 3
Pendidikan Katolik yang berpihak kepada yang miskin (marjinal):
- 1.Mendorong tumbuhnya berbagai pendidikan alternatif bagi anak-anak tidak sekolah atau putus sekolah.
- 2.Mendorong terwujudnya Sentra Belajar Guru khusus untuk pendampingan difabel dan anak berkebutuhan khusus.
Misi 4
Pendidikan Katolik yang adaptif dan kolaboratif dengan semua yang berkehendak baik:
Misi 4
Pendidikan Katolik yang adaptif dan kolaboratif dengan semua yang berkehendak baik:
- 1.Mendorong terbentuknya Asosiasi Guru Katolik Indonesia sebagai sarana berjalan bersama dan berkolaborasi.
- 2.Mewujudkan Hari Studi Bersama untuk menjadi sarana berjalan bersama dan berkolaborasi.
- 3.Mendorong terwujudnya kolaborasi pendidikan tinggi dengan dunia usaha dan dunia industri.
- 4.Hadir dan menemani para mitra Komisi Pendidikan KWI, yaitu MNPK, MPK, PPAVI, APTIK, IIPK, Pastoral Mahasiswa, dan lain-lain.
- 5.Mendukung dan mengajak seluruh keuskupan untuk menjembatani semua dosen Katolik dengan best practice di daerah masing-masing untuk mengembangkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
- 6.Menjadi mediator bagi Yayasan dan Perguruan Tinggi/Sekolah dengan bantuan para ahli conflict resolution.
- 7.Mendorong peningkatan kesehatan mental untuk insan pendidikan Katolik di jenjang PAUD, Dasar, Menengah, Pendidikan Tinggi.
Pendidikan Katolik setia, berpihak, adaptif, dan kolaboratif dalam karya nyata.
Inspirasi, informasi, komunikasi, dan kolaborasi menjadi napas pelayanan Komdik KWI bagi pendidikan Katolik Indonesia.

